Шаблоны LeoTheme для Joomla.
GavickPro Joomla шаблоны

E : soman@somanindonesia.co.id      T : 021- 422 5000

Pentingnya Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Jemaah Haji Lansia

oleh : Ariana Dewi S,Gz

Setiap tahun, sekitar 200.000 jemaah haji Indonesia diberangkatkan ke Tanah Suci. Usia lanjut (di atas 60 tahun) masih mendominasi jemaah Indonesia dengan persentase 30 – 40 % tiap kloternya dan kelompok kedua terbanyak usia 40 – 60 tahun, dengan jumlah wanita lebih banyak dari pria.

Berbagai penyakit kronik yang diidap jemaah, terutama yang lansia, menjadi catatan penting bagi petugas kesehatan yang mendampingi, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, penyakit paru kronik, penyakit hati dan pencernaan, penyakit tulang dan sendi, serta penyakit saraf seperi post stroke.

Kelompok jemaah ini disebut sebagai risiko tinggi (risti). Sebab, penyakit-penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi fatal saat melaksanakan aktivitas fisik pada cuaca yang sangat panas atau sangat dingin dengan kepadatan manusia dan polusi udara yang tinggi.

Kegiatan ibadah haji adalah kegiatan fisik semata berupa jalan kaki atau berlari kecil sewaktu melaksanakan Tawwaf, Sa’i dan berjalan menuju Jamarat sewaktu berada di Mina untuk melontar Jamarat selama tiga atau empat hari berturut-turut. Kalau hanya terbatas pada pelaksanaan aktivitas fisik yang rukun dan wajib saja, sebenarnya kelelahan dapat diatasi dengan istirahat yang cukup di antara waktu kegiatan. Serta berulang kali jalan kaki dari pondokon ke masjid setiap waktu shalat.

Hal ini mengakibatkan jemaah kurang istirahat sehingga kelelahan yang akhirnya berdampak pada melemahnya daya tahan tubuh, terutama bagi jemaah lansia dan jemaah risti. Apalagi bila jemaah merahasiakan penyakitnya, merasa tidak perlu menyampaikannya kepada dokter yang mendampingi kloternya. Karenanya, setiap jemaah perlu menyampaikan kepada dokter pemeriksa pertama tentang penyakit yang diderita secara lengkap dan jelas, meski penyakit itu tidak menimbulkan keluhan.

Perjalanan jauh dengan kondisi menderita penyakit kronis atau risiko tinggi harus memperhatikan tidak hanya ketersediaan obat yang selama ini digunakan, tetapi juga kesanggupan kegiatan fisik yang dikerjakan.

Data kematian haji pada tahun 2007 sampai 2016 menunjukkan bahwa sebagai besar kematian terjadi oleh karena penyakit kronis yang berhubungan dengan peningkatan aktifitas fisik, seperti penyakit jantung dan obstruksi paru kronis. Risiko meninggal pada kelompok umur di atas 70 tahun meningkat secara tajam (hampir 10 kali kelompok usia 50-60 tahun). Kematian yang terjadi di luar sarana pelayanan kesehatan cukup tinggi. Hampir 40% jemaah yang meninggal berada di luar sarana pelayanan kesehatan.

Untuk itu diperlukan stamina yang bugar agar para calon jemaah haji dapat beribadah dengan khusuk, dengan konsumsi makanan yang memiliki nilai nutrisi yang lengkap guna menunjang aktifitas dan kebugaran para jemaah haji. Cukupi dengan kebutuhan karbohidrat, protein, mineral, zat besi, dan kalsium guna menyehatkan tulang para jemaah haji. Lengkapi kebutuhan nutrisi dengan konsumsi Herbal Soman yang memiliki banyak manfaat untuk pemeliharaan daya tahan tubuh dan juga untuk membantu proses penyembuhan berbagai penyakit dengan dosis 10 tetes 3 kali sehari, saat pagi hari, satu jam sebelum makan siang serta sebelum tidur.

 

 

Penyakit diabetes dapat menyebabkan komplikasi seperti impotensi, jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan syaraf, luka diabetes, hingga berujung amputasi. Hasil Uji Klinik SoMan di UGM menunjukkan, obat herbal SoMan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan penyakit penyerta, sehingga direkomendasikan sebagai obat untuk penyakit diabetes
soman, obat herbal, obat herbal diabetes, herbal soman, hidup sehat,penyakit diabetes, obat diabetes, jamu tetes, daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, imun, multivitamin, kesehatan

  • Rate this item
    (1 Vote)
  • Read 610 times

Leave a comment

back to top